Planet Geo Indonesia

Indonesian GIS & Geo-related blogs aggregator
Agregator blog GIS & Geo Indonesia

Planet

Portable GIS : Shapefile dan Raste Viewer

IniGIS - 12 hours 34 min ago

Semenjak posting tentang Portable GIS dari archaeogeek.com yang lalu hingga saat ini, saya belum juga mendownload apalagi menggunakan Portable GIS tersebut. Selain ukuran yang besar, saya juga jarang menggunakan beberapa software GIS yang terdapat di dalamnya, yaitu GRASS. Untuk QGIS dan GvSIG saya pernah menggunakannya. Nah, buat Anda yang membutuhkan sebuah software GIS dalam USB Flash Disk [...]

Peran Serta Masyarakat dalam Tanggap Darurat Tanah Longsor di Cianjur (Community Participatory for Landslide in Cianjur, West Java)

PGIS - SIGaP - 15 hours 18 min ago in Communities
Longsor yang terjadi di cianjur pada hari Kamis lalu (13 Nopember 2008) jam 19:30 WIB, menewaskan 10 orang 3 hilang, membuat tidak kurang dua ribu orang mengungsi (Kec Cibeber 372 KK dengan 1.220 jiwa, Campaka 277 KK dengan 894 KK). Bantuan terus berdatangan dan tindakan bantuan bagi mereka yang selamat (survivor) terus diberikan. TNI/Polri, Pemda/Tagana, PMI dan LSM terus berjalan, juga masyarakat awam terlatih.



Dibalik kejadian itu, kemampuan masyarakat lokal menanggapi bencana tersebut perlu untuk mendapatkan apresiasi. Baik masyarakat setempat maupun masyarakat dari kecamatan lain.



Sibat (Siaga Bencana Berbasis Masyarakat), tim binaan PMI yang ada di Desa Sukanegara dan Cidaun membantu masyarakat setempat dan juga membantu sukarelawan PMI. Kedua Desa itu jauh jaraknya dari lokasi kejadian, namun mereka beraksi karena memiliki rasa senasib dan juga empati.

Hery Hidayat (Sukarelawan PMI Cianjur) mengungkapkan bahwa para anggota Sibat itu banyak membantu tugas-tugas pendistribusian, evakuasi – baik yang meninggal maupun selamat – dan juga pertolongan pertama bagi para korban. Keterlibatan bantuan dari desa lain membuat masyarakat dari desa yang terkena bencana menjadi bersemangat dan meningkatkan semangat mereka.

Keterlibatan masyarakat desa di Cianjur merupakan buah dari kerja keras dan komitmen tinggi dari para pengurus PMI Cianjur dan juga sukarelawan dan stafnya. Sejak tahun lalu mereka membina masyarakat di desa Sukanegara dan Cidaun. Tujuannya untuk memberikan sumbangsih bagi desanya dan juga desa lain yang membutuhkan seperti saat ini. Mereka melakukan kegiatan-kegiatan upaya pengurangan risiko berbasis masyarakat, dengan upaya sendiri.

Semoga daerah-daerah rawan bencana memiliki sibat-sibat seperti yang dilakukan PMI. Kan Indonesia termasuk daerah terawan di dunia.

Lets prepare and risk reduction.


Warga Minta Banjir Majalaya Masuk Peta Bencana Jabar

PGIS - SIGaP - 18 November, 2008 - 11:59 in Communities
Bandung - Banjir yang selalu melanda kawasan Majalaya setiap tahunnya membuat warga Majalaya menginginkan banjir dimasukkan dalam peta bencana di Jabar. Alasannya, walaupun tidak memakan korban jiwa, banjir Majalaya membuat perekonomian di Majalaya lumpuh.

"Dari pengalaman masa lalu, banjir di Majalaya dampaknya sangat besar. Saya berkali-kali menekankan kepada pemprov Jabar agar banjir di Majalaya masuk ke dalam peta bencana di Jabar. Karena banjir di Majalaya sudah terjadi bertahun-tahun dan rutin setiap musim hujan," kata Ketua Komite Banjir Majalaya Satya Natapura saat dihubungi detikbandung, Selasa (18/11/2008).

Selama ini banjir di Malajalaya belum pernah memakan korban jiwa, hanya satu korban jiwa saat banjir yang melanda kawasan tersebut pada hari Kamis (12/11/2008) malam. Korban meninggal karena tersengat aliran listrik.

"Kalau dilihatnya dari ada atau tidaknya korban jiwa, ya jelas banjir di Majalaya tidak akan masuk dalam peta bencana alam di Jabar. Tapi jangan dilihat dari sisi korban jiwa saja, tapi juga lihat aspek yang lain," kata Satya.

Menurut Satya dengan masuknya banjir Majalaya dalam peta bencana Jabar, maka akan membuat pemprov lebih memperhatikan banjir di Majalaya sehingga dapat membuat solusi yang lebih baik.

"Memang selama ini belum ada program yang jelas untuk menanggulangi banjir. Bukan saja di Majalaya, di Jakarta juga belum terbukti pemerintah bisa mengatasi masalah banjir. Namun kita bisa melihat bagaimana upaya yang jelas dari Pemprov DKI Jakarta dalam menanggulangi banjir di sana," terang Satya yang mengaku akan bertemu dengan Wagub Jabar Dede Yusuf untuk membahas masalah banjir di Majalaya.

"Besok, Rabu (19/11/2008) wagub mau terima saya pukul 14.00 WIB. Kita mau bicarakan penyelesaian banjir di Majalaya," pungkas Satya.

Andrian Fauzi - detikBandung
Selasa, 18/11/2008 11:16 WIB
http://bandung.detik.com/read/2008/11/18/111653/1038804/486/warga-minta-banjir-majalaya-masuk-peta-bencana-jabar

Gempa Gorontalo 7.5 Magnitude

Rovicky DP - 17 November, 2008 - 12:42
Gempa sangat kuat tercatat hari Senin 17 Nov 2008, dini hari. USGS melaporkan gempa ini berkekuatan Magnitude 7.5 Terjadi tepatnya pada Hari Senin, November 17, 2008 pada jam 01:02:32 (dini hari). Lokasi tepatnya pada koordinat  1.289°N, 122.102°E dengan kedalaman  26.1 km (16.2 miles) Kota terdekat adalah Manado yang berjarak 305 km (190 miles). Kalau dilihat pada peta goyangan (Shake map [...]

Perlunya pencitraan diri

Hartanto Sandjaja - 17 November, 2008 - 08:06
Akhir minggu kemarin, Sabtu 15 Nopember 2008, merupakan saat kehangatan di salah satu ruang gedung yang berlokasi berseberangan dengan Museum PETA Bogor. Di ruang aula LPP Purnawarman, Jalan Jend. Sudirman, berkumpul beragam asal siswa SMA (dan sederajat) dari Kota dan Kabupaten Bogor. Bukan untuk mengikuti Try Out UAN atau mengikuti kompetisi Game-Online, tetapi untuk sesuatu [...]

Talkshow BLOGOR dalam gambar

Hartanto Sandjaja - 15 November, 2008 - 23:00
BLOGOR Talkshow Nov 2008 Tentang acara ini dapat dibaca di situs web BLOGOR. Posted in Mi Comunidad   Tagged: Blogger Bogor, blogor, bogor, komunitas, Romi Satria Wahono, Talkshow   

Giant Tsunami Pernah Terjadi di Indonesia 400 Tahun Lalu

PGIS - SIGaP - 14 November, 2008 - 15:01 in Communities
Tulisan dari http://www.detiknews.com/read/2008/11/14/143948/1036998/10/giant-tsunami-pernah-terjadi-di-indonesia-400-tahun-lalu

Penduduk kawasan pantai diingatkan agar mewaspadai munculnya giant tsunami (tsunami raksasa). Fenomen alam tersebut biasanya muncul dalam periode ulangan lebih dari 400 tahun.

Hal tersebut diungkapkan pakar geolog Universitas Gadjah Mada (UGM) Dr Hendra Amijaya, di sela-sela persiapan "Workshop on the Application of Paleotsunami Science to Tsunami Mitigation in Indonesia" di kampus UGM Bulaksumur, Yogyakarta, Jumat (14/11/2008).

Jumat, 14/11/2008 14:39 WIB

Bagus Kurniawan - detikNews Yogyakarta - Penduduk kawasan pantai diingatkan agar mewaspadai munculnya giant tsunami (tsunami raksasa). Fenomen alam tersebut biasanya muncul dalam periode ulangan lebih dari 400 tahun.

Hal tersebut diungkapkan pakar geolog Universitas Gadjah Mada (UGM) Dr Hendra Amijaya, di sela-sela persiapan "Workshop on the Application of Paleotsunami Science to Tsunami Mitigation in Indonesia" di kampus UGM Bulaksumur, Yogyakarta, Jumat (14/11/2008).

"Berdasarkan catatan sejarah kejadian tsunami di Indonesia hanya mencakup rentang waktu yang sangat pendek, yakni baru dimulai sekitar 400 tahun yang lalu. Padahal kejadian tsunami besar merupakan periode perulangan lebih dari 400 ratus tahun silam," kata Hendra kepada wartawan

Menurut Hendra, sampai saat ini masih sedikit jumlahnya peneliti Indonesia yang terjun dalam bidang penelitian tsunami dan paleotsunami (tsunami purba). Padahal Indonesia adalah kawasan rawan bencana dan sering terjadi tsunami.

Hendra menjelaskan, penelitian paleotsunami di Meulaboh, Aceh dan Thailand selatan telah menghasilkan temuan yang mengejutkan. Giant tsunami seperti yang terjadi tahun 2004, ternyata pernah terjadi beberapa ratus tahun yang lalu. "Temuan ini sudah dipublikasikan secara bersamaan dalam terbitan terbaru Jurnal Internasional Nature," katanya.

Seandainya temuan-temuan ini sudah terungkap sebelum tahun 2004 kata staf pengajar teknik Geologi UGM itu, usaha- usaha untuk menekan jumlah korban jiwa dan kerugian mungkin telah dapat dilakukan pemerintah dan masyarakat sebelum terjadinya tsunami.

"Temuan-temuan penelitian itu bisa menjadi bahan pelajaran dan peringatan dini yang lain selain sistem peringatan dini yang berbasis teknologi seperti sekarang ini," ungkap dia.

Menurut dia, workshop yang akan digelar oleh UGM bersama LIPI, ITB dan Geoscience Australia itu juga akan melibatkan perguruan tinggi lain seperti Unhas, Unsoed dan Undip. saat ini para peneliti terlibat dalam penelitian yang menghasilkan bukti-bukti adanya tsunami raksasa ratusan tahun lalu di Aceh-Andaman.

"Bukti-bukti yang ditemukan dan apa implikasi dari hasil temuan terbaru penelitian paleotsunami di selatan Jawa diantaranya tentang terjadinya tsunami raksasa 400 tahun yang lalu, di Lombok, Biak dan Pulau Simeulue," pungkas dia.

(bgs/djo)

Dulu orang Malaysia ngga seperti orang Indonesia saat ini

Rovicky DP - 14 November, 2008 - 11:45
Aku inget ketika dulu bertemu kawan orang Malaysia di Brunei tujuh tahun lalu ketika saya bekerja di Brunei Shell Petroleum. Dia cerita tentang kondisi Indonesia dan Malaysia. Saya waktu itu menyangjung Malaysia yang akhirnya mendahului Indonesia. Kawan saya yang sama-sama menjadi pendatang di Brunei ini sering aku ajak ngobrol. Obrolannya begini, “Wah Malaysia sekarang hebat ya, [...]

Menggunakan ArcGIS Spatial Analyst Toolbar Untuk Menghitung Cut and Fill

IniGIS - 14 November, 2008 - 08:58

Untuk menghitung Cut and Fill, peta dibuat berdasarkan masukan dua data raster surface (Before and After), menampilkan daerah permukaan dan volume dari material yang telah dimodifikasi dengan penambahan atau pemindahan permukaan material. Bagaimana Menghitung Cut and Fill? Klik dropdown Spatial Analyst Toolbar, pilih sub menu surface analysis, klik Cut / Fill. Form pertama isi dengan data [...]


All opinions belong to their respective owners, others, copyright © 2006-2007 Buana Katulistiwa.